Lakukan Pengawasan Terhadap Makanan Berbahaya ICA BPD Jabar Siap Bersinergi Dengan Pemerintah

Titimangsa, BANDUNG– Acara pelantikan kepengurusan Indonesian Chef Association (ICA) BPD Jawa Barat periode 2017-2022, berlangsung di Dome Malabar Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung/NHI, Rabu (7/6/2017). Pelantikan 480 orang pengurus baru ICA BPD Jawa Barat dilakukan oleh Presiden ICA Henry Alexie Bloem. Hadir dalam acara tersebut para sponsor dan pelaku bisnis kuliner Jawa Barat.

Ketua ICA BPD Jawa Barat periode 2017-2022 Anton Kuswendi mengatakan, setelah pelantikan kepengurusan baru ini adapun program kerja yang akan segera dilakukan yaitu pemusatan program pendidikan yang sebelumnya dirasa kurang diperhatikan.

“Program kerja tahun pertama akan fokus pada pendidikan, dimana tahun lalu kurang diperhatikan. Selanjutnya kita akan membangun kerjasama dengan pemerintah” katanya.

Lebih lanjut Anton menjelaskan, program kerjasama ICA dengan unsur pemerintah terkait yang bertujuan untuk bersama-sama memberikan pemahaman kepada masyarakat, dan melakukan pengawasan terhadap bahan makan yang dianggap berbahaya. Seperti diketahui bahwa saat ini masih banyak terdapat makanan-makanan yang disinyalir mengandung bahan berbahaya beredar luas di masyarakat.

“Adanya bidang riset dan development ICA bertujuan untuk mengkaji makanan-makanan yang disinyalir mengandung bahan-bahan berbahaya. Bersama bidang tersebut kita akan berikan penyuluhan terkait larangan penggunaan bahan-bahan berbahaya pada makanan” paparnya

Menurutnya, Bandung adalah barometer kuliner di Jawa Barat oleh ICA secara khusus membentuk kordinator yang fokus mengkaji mengenai masakan-masakan Indonesia, terutama masakan yang berasal dari Jawa Barat.

“Kota Bandung merupakan barometer kuliner Jawa Barat, karena itu kami di sini ada satu sub atau kordinator yang khusus menggali masakan Indonesia khusus Jawa Barat. Kita gali lagi kita cari yang benar-benar otentiknya” ujarnya.

Dalam upayanya mempromosikan kuliner Indonesia, ICA banyak bekerjasama dengan berbagai pihak. Rencananya dalam waktu dekat ICA akan kembali melakukan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan terkait untuk mempromosikan ragam kuliner Indonesia ke kancah luar negeri.

“Ada beberapa perusahaan yang mengajak kami untuk promosi ke luar negeri seperti Belanda, Malaysia, rencana tersebut masih kami kaji dan kami bicarakan lagi bagaimana teknisnya agar kita bisa mengirim orang-orang ICA ke negara-negara lain” ungkapnya.

Ia berharap, kedepan ICA dapat terus memberikan kontribusi bagi dunia kuliner dengan terus melahirkan talenta-talenta berkompetensi dan dapat bersaing di dunia kuliner Nasional, Asia, bahkan Dunia.

“Kedepan semoga ICA bisa lebih baik, dapat mencetak orang berkompetensi di tingkat Nasional, Asia, bahkan hingga Dunia” pungkasnya.

Indonesian Association Chef (ICA) adalah diikuti oleh para profesional dan enterpreneur di bidang kuliner. Selain itu, para praktisi kuliner dan para calon profesional kuliner yang masih bersekolah juga bisa bergabung. Saat ini ICA sudah ada di 17 provinsi di Indonesia dan ada 6 ambasador perwakilan negara yang tersebar di mancanegra, seperti Australia, Macau, Nigeria, Qatar, New York dan Belanda.

(* Red.1

 border=

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply