Dies Natalis ke-27, Momentum Unjani Meningkatkan Mutu Pendidikan

Titimangsa, Cimahi – ‎Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) menggelar Dies Natalis ke-27. Acara bertajuk “Unjani Goes to Kick” diselenggarakan atas dasar pengabdian Unjani untuk turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan tinggi.

Tema “Unjani Goes to Kick” sengaja diusung agar Unjani menjadi Universitas yang relevan dan tepat waktu. Selain itu, tema tersebut diharapkan mampu mengurangi hal tidak baik yang berpotensi menghalangi kemajuan Unjani.

‎Rektor Unjani Mayjen TNI Witjaksono mengatakan, seiring berjalannya waktu, Unjani semakin berkembang dengan jumlah mahasiswa dan pegawai yang terus bertambah serta ditunjang dengan sarana prasarana yang terus dibangun.

“Kualitas Unjani diakui dengan akreditasi B untuk level institusi. Maka, peringatan Dies Natalis menjadi momentum untuk meningkatkan mutu pendidikan yang digelar Unjani,” ujarnya, usai Dies Natalis ke-27 Unjani di Kampus Unjani, Jalan Terusan Sudirman, Kota Cimahi, Kamis (18/05).

Ia melanjutkan, rekomendasi hasil akreditasi dari tim asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) membuat pihaknya merasa perlu mengimplementasikan visi misi Unjani.

Menurutnya, Unjani masih akan terus melakukan pembenahan dalam organisasi, kebijakan dan perencanaan, penerapan kurikulum standar kompetensi, dan penguatan sistem informasi. “Saatnya Unjani cepat mengadaptasi perubahan. Harus lincah dan kenyal, terutama penguatan Ilmu Teknologi (IT),” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Kartika Eka Paksi Adi Mulyono mengatakan, selain meraih akreditasi B dari BAN PT, hampir semua prodi di Unjani baik D3, S1, dan S2 telah berhasil memperoleh sertifikat ISO 9001:2008 bidang Kualitas Sistem Tata Kelola Management Program Pendidikan. Unjani juga berada pada peringkat 215 dari 3.244 perguruan tinggi di Indonesia.

“Perlu terus menerus meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Unjani diantaranya dengan meningkatkan akreditasi, rasio dosen dan mahasiswa berimbang, mendorong dosen dan mahasiswa melakukan penelitian, prioritas kegiatan pengabdian masyarakat, serta menjadikan kampus Unjani bersih, aman, dan nyaman dalam proses belajar mengajar,” ungkapnya.

Ketua Majelis Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) Dwiwahju Sasongko yang turut hadir memberi orasi menyatakan, BAN-PT telah mengakreditasi 1.100 perguruan tinggi dan 19.000 lebih program studi dengan penyelenggaraan proses akreditasi menggunakan dana APBN.

“Sejak saat ini kami berlakukan akreditasi secara online dan tidak lagi menerima berkas akreditasi bentuk hardcopy. Kalau ada keluhan cara pengiriman sulit bisa kirim pakai falshdisk atau cakram digital,” ujarnya.

Menurut Dwi, sistem akreditasi online dapat meningkatkan efisiensi, akurasi, dan akuntabilitas proses akreditasi pada perguruan tinggi.  Dokumen dalam bentuk kertas, kata dia, dinilai masih merepotkan karena harus mengundang asesor.

“Dengan sistem online, dokumen digital dikirim, nanti saat evaluasi dokumen tinggal dilakukan asesor di tempat masing-masing. Lebih mudah, hemat waktu, dan biaya ringan,” ucapnya.

)* Ferry Bangkit Rizki

 

 border=

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply