Pemkot Cimahi Gelar Invitasi Olahraga Tradisional

Titimangsa, CIMAHI – Sebanyak 420 siswa dari 21 gugus Sekolah Dasar (SD) di Kota Cimahi, bersaing dalam acara Invitasi Olahraga Tradisional yang dilaksanakan di Gedung Olahraga (GOR) Sangkuriang, Jalan Sangkuriang, Kota Cimahi, Sabtu (29/04).

Agenda rutin yang diselenggarakan setiap tahun tersebut mempertandingkan beberapa cabang olahraga tradisional bagi para siswa SD, diantaranya nomor cabang olahraga egrang, tarompah panjang, hadang, dan dagongan.

“Agenda ini dilaksanakan serentak oleh seluruh gugus sekolah dari tiap daerah di Jawa Barat. Hari ini di Kota Cimahi resmi dibuka agenda kegiatannya,” ujar Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi Nanang usai pembukaan.

Dikatakan Nanang, sistem pertandingannya sendiri akan mempertandingkan semua cabang olahraga tradisional antara sekolah satu dengan sekolah yang lain, hingga akhirnya diperoleh satu sekolah yang menjadi juara dari masing-masing cabang olahraga tersebut. “Gugus atau sekolah yang menang akan mewakili Cimahi di tingkat Jawa Barat atau tingkat provinsi pada bulan Juli nanti. Jadi ini bisa dibilang sebagai ajang kualifikasi dan seleksi mencari yang terbaik,” terangnya

Mengenai jenjang usianya, sesuai dengan kesepakatan dengan daerah lain, batas akhir peserta atau kontingen yaittu kelas 5. Hal tersebut karena meskipun siswa kelas 6 lebih potensial, namun pada Juli nanti mereka akan berubah status menjadi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Kalau yang kelas 5 kan Juli nanti jadi kelas 6, kalau kelas 6 ya jadi SMP, jadi bukan Cimahi saja yang menerapkan sistem ini,” bebernya.

Nanang melanjutkan, tujuan dari acara ini sendiri adalah untuk memfasilitasi masyarakat Jawa Barat khususnya Kota Cimahi terutama generasi muda agar mengenal dan melestarikan olahraga tradisional. Sebagai warisan budaya, olahraga tradisional seperti yang dipertandingkan sekarang ini wajib dikenalkan kepada anak-anak SD atau usia dini, dan kemudian menjadikan olahraga sebagai budaya di masyarakat. “Garis lurus dari semua tujuan itu, adalah untuk mempersiapkan kontingen kota Cimahi untuk invitasi olahraga tradisional tingkat Jawa Barat atau provinsi,” ucap Nanang.

Meskipun rutin diadakan, namun harus diakui jika prestasi Kota Cimahi sendiri hingga saat ini masih belum maksimal. Kendala yang dihadapi tak jauh-jauh dari persiapan dan pembinaan oleh gugus atau sekolah di kota cimahi yang belum serius dan belum matang.

Untuk itu, pada penyelenggaraan kali ini, target realistis yang dibebanlan pada siswa adalah mendapat medali, baik itu satu, dua, atau tiga, minimal dari satu cabang olahraga tradisional. Sementara itu, cabang olahraga egrang menjadi yang paling diandalkan. “Karena kalau dari semua cabor kita belum bisa berbicara banyak. Kenapa berharap di egrang, karena untuk egrang sendiri ada satu sekolah yang rutin melakukan latihan, bahkan disela-sela waktu istirahat,” ujarnya.

Namun demikian, dirinya menekankan jika yang paling penting selain prestasi, adalah olahraga sebagai budaya di masyarakat. Olahraga tradisional bisa dikatakan olahraga rekreasi, meskipun masyarakat bisa dikatakan sudah melupakan olahraga tradisional. “Kita kenalkan lagi mulai dari anak-anak usia dini. Biarkan mereka menikmati olahraga tradisional, jangan terlalu dibebankan oleh prestasi,” tandasnya‎.

)* Ferry Bangkit Rizki

 

 border=

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply