Cara Pemkot Cimahi Godog Sektor Wisata

Titimangsa, CIMAHI – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi terus menggodok sektor pariwisata yang bisa dijadikan ikon Kota Cimahi. Hal tersebut dilakukan untuk memancing para wisatawan berkunjung ke kota administratif ini.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Cimahi, Benny Bachtiar mengatakan, bahwa Pemerintah Kota Cimahi saat ini tengah menyusun destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan. “Kajian untuk wisata sudah. Kira-kira dimana saja destinasi wisata, destinasi kuliner, destinasi wisata belanja sedang kami susun sekarang,” katanya kepada titimangsa, Jum’at (31/03).

Benny mengakui, akomodasi juga merupakan permasalahan bagi Kota Cimahi dalam upayanya untuk mengembangkan potensi wisata. “Kalau akomodasinya belum disiapkan agak repot, perhotelan terutama,” ucapnya.

Jika melihat pada kondisi saat ini, harus diakui Cimahi belum memiliki Sumber Daya Alam (SDM) yang berpotensi dijadikan tempat wisata alam yang refresentatif. Selain itu, belum adanya obyek wisata yang menjadi daya tarik wisatawan dan fasilitas penunjang seperti penginapan juga masih terbatas.

Seperti diketahui, di Cimahi hanya ada satu hotel yang bisa dikatakan mewah. Tentunya harus dibutuhkan inovasi dan kreativitas lokal yang dapat dikembangkan menjadi wisata budaya disertai akomodasinya.

Beralih ke sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan dari sektor pariwisata tahun 2016. Berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi, PAD dari sektor pariwisata mencapai Rp 9.475.008.941.

PAD tersebut diperoleh dari pajak hotel sebesar Rp 583.452.297, pajak restoran atau rumah makan sebesar Rp 8.289.445.773 serta pajak hiburan yang mencapai Rp 602.110.871.

Menurut Kepala Seksi Pariwisata Disbudparora Kota Cimahi, Nursaleh, PAD dari sektor pariwisata memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. “Insya Allah Cimahi akan terdongkrak perekonomiannya, wisatanya akan berkembang,” katanya.

Dia membeberkan, saat ini beberapa tempat wisata di Kota Cimahi sudah masuk ke dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Provinsi Jawa Barat. “Hal tersebut tentunya menjadi peluang, baik untuk investasi ataupun untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Potensinya luar biasa,” ucap Nursaleh.

Beberapa tempat wisata yang sudah masuk Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Jawa Barat diantaranya kawasan Cireunde, Wisata Heritage, Baros Information Technology Creative (BITC) serta Technopark.

)* Ferry Bangkit Rizki

 

 border=

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply