Keren! Kompor Berbahan Bakar Sampah‎ Inovasi Mantan Preman

Titimangsa, BANDUNG – Siapa sangka sebelumnya Ujang Koswara (48) warga Cicadas, Kota Bandung mampu menciptakan inovasi berupa kompor berbahan bakar sampah.

Pria yang merupakan mantan preman tersebut mampu menciptakan kompor yang tidak hanya digunakan untuk memasak saja, namun kompor yang ia ciptakan lewat keisengan itu bisa menghasilkan energi listrik dan dapat digunakan untuk menyalakan lampu.‎ “Kompor ini baru saya buat satu bulan lalu,” ujar Ujang kepada awak media di Jalan Gudang Utara no 4, Kota Bandung, Rabu (29/03).

Ia melanjutkan, kompor yang mampu menghasilkan energi listrik itu dia beri nama Hawuko yang merupakan akronim dari hawu dan kompor. Dari listrik yang dihasilkan kompor tersebut bisa digunakan pula untuk membantu keperluan yang berbau energi.‎ “Tidak hanya digunakan untuk memasak saja namun dapat menghasilkan energi listrik. Kalau sudah panas akan menghasilkan listrik bisa dipakai untuk cas HP (Handphone) sampai lima sekaligus dan menyalakan lampu,” tuturnya.

Pria berbadan tambun ini menjelaskan, listrik dari kompor tersebut dihasilkan dari bara api dengan elemen khusus. Kemudian di konversi menjadi energi listrik yang disalurkan melalui generator listrik.‎ “Dari generator itu ada soket yang menghubungkan untuk  elektronik lainya,” katanya.

Dikatakan Ujang, untuk pembuatan kompor tersebut dirinya hanya membutuhkan waktu sehari saja dan bahan-bahan yang digunakan pun dengan memanfaatkan limbah rumah tangga.‎ “Tidak lama hanya perlu sehari, bahan yang diperlukan seperti kaleng bekas kue atau cat dan alat elektronik lainnya yang mudah dibeli. Bahan yang perlu digunakan untuk menghasilkan energi panas cukup dengan kayu dan batok kelapa. Asal jangan plastik karena ada zat berbahaya,” jelasnya.

Atas kompor hasil ciptaannya tersebut, Ujang tidak ingin penemuannya dijadikan alat untuk menghasilkan kepentingan pribadi. Ia menghimbau, apabila ada masyarakat yang ingin memiliki kompor tersebut agar datang ke rumah Universitas Kehidupan Otonom‎ (UKO). “Datang saja ke rumah UKO untuk membuat sendiri kompor nya agar masyarakat tidak menjadi pemalas. Kami ingin memberdayakan masyarakat,” pungkasnya.

Ia mengharapkan, kompor listrik sederhana hasil ciptaannya tersebut mampu bermanfaat bagi masyarakat yang berada di pelosok. “Semoga ini bisa dimanfaatkan di wilayah pelosok-pelosok,” katanya‎.


)* Bagus Ismail

 

 border=

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply