Kiswah, Ajak Wanita Muslimah Berhijrah

Titimangsa, BANDUNG – Minimnya pengetahuan tentang cara mengenakan hijab yang sesuai syariat Islam membuat banyak wanita muslim mengenakan hijab sesuai kehendaknya saja. Pada dasarnya, hijab berfungsi sebagai penutup aurat bagi wanita. Namun saat ini, terkadang hijab hanya dijadikan identitas saja, bahkan hijab hanya digunakan sebagai gaya berpakaian.

Dalam agama Islam sangat jelas disebutkan, wanita merupakan kaum yang sangat dimuliakan. Islam menganjurkan wanita mengenakan hijab yang sesuai dengan syariat Islam, bukan tanpa sebab. Itu agar kaum hawa mampu menjaga aurat dan kehormatannya.

Atas dasar hal tersebut, Dewan Keluarga Masjid (DKM) Ulil-Albab melalui divisi Annisa menggelar seminar Kajian Islam Wanita Muslimah (Kiswah) bertajuk “Hijabku Hijab Cintaku”. Acara tersebut merupakan media dakwah bagi kaum muslimah agar lebih taat pada apa yang disyariatkan.

Ketua Pelaksana Kiswah, Indri Yuliani mengatakan, Kiswah merupakan salah satu program unggulan dari divisi Annisa. Dengan adanya Kiswah ini, ia berharap mampu menjadi media dakwah yang menjadi inspirasi bagi para wanita muslimah untuk menjadi pribadi yang lebih baik. “Insya Allah akan diadakan tiga bulan sekali secara rutin. Kali ini kita membahas tentang hijrah. Bukan hijrah tentang pindah tempat seperti rasul dahulu, tapi hijrah menjadi lebih baik,” katanya ditemui titimangsa di Gedung Serbaguna USB YPKP, Jalan PH.H Mustofa, Cikutra, Kota Bandung, Sabtu (04/03).

Ia menjelaskan, hijrahnya seorang perempuan identik dengan berhijab. Dalam acara tersebut dijelaskan bagaimana menggunakan hijab yang sesuai dengan ketentuan ajaran agama Islam. “Kebetulan kali ini kita mengundang narasumber yang inspiratif, seperti teh Jesika. Dimana beliau hijrah akidah atau menjadi mualaf dan dia pun menjelaskan bagai mana proses hijrahnya kepada peserta yang datang,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor USB YPKP Asep Effendi sangat mengapresiasai acara tersebut. Menurutnya, wanita adalah makhluk yang mulia karena hanya perempuan yang Allah titipkan salah satu asma-Nya yaitu Rahim. “Hijab ini kan penyelamat buat para muslimah, penjaga sekaligus pembeda dengan yang lain,” katanya.

Ia mengharapkan, dengan adanya acara Kiswah ini bisa menjadi salah satu acara yang nantinya menjadi pendongkrak munculnya acara serupa yang dapat membedah tentang peran muslimah terhadap masa depan. “Muslimah ini sanagt mulia karena dari rahimnya lah akan memunculkan keturunan-keturunan yang baik akhlak dan agamanya, kalau kita bisa tahu sepenting apa peran wanita itu,” ungkapnya.

Senada dengan Asep, salah satu peserta acara Kiswah, Rahmi Tilawati (22) mengatakan, materi yang disampaikan pemateri bernama Jesika yang merupakan seorang mualaf, menurutnya sangat inspiratip. Pasalnya, ketika wanita memutuskan untuk berhijrah dan mengenakan hijab, maka wanita itu harus tetap istikomah. “Acara ini bagus kreatif, sangat menginspirasi dan yang tadi seperti disampaikan teh Jesika, kita harus tetap istikomah dalam menjalankan hijrah ini,” terangnya.

)* Ipan Sopian

 

 border=

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply