Kisah Dibalik Berdirinya Bank Sampah di Kota Cimahi

Titimangsa, CIMAHI – Berbicara bank, mungkin anda lebih mengenal dan tertarik untuk menabung di bank-bank konvensional yang ada di Indonesia. Menabung uang di bank sudah pasti menjadi hal yang lumrah dilakukan oleh anda pastinya.

Tapi tahukan anda, untuk menghasilkan uang itu tidak perlu menabung menggunakan uang. Cukup dengan sampah saja, anda bisa menabung di bank.

Ya, di Kota Cimahi, Jawa Barat, terdapat Bank Sampah Induk Cimahi (Samici). Bank induk sampah yang terletak di Jalan Usman Domiri, Kota Cimahi tersebut merupakan tempat menabung sampah bagi warga Cimahi

Direktur Bank Samici, Warso Wijaya saat ditemui Titimangsa.com, Senin (26/02) di induk Bank Samici menuturkan awal mula terbentuknya bank tersebut. Diceritakannya, sebetulnya bank sampah di Kota Cimahi sudah ada sejak tahun 2010 lalu, tapi berjalan kurang efektif atau berjalan di tempat. “Kota Cimahi mengadakan bank sampah dari 2010, ada sekitar 10 unit. Ada yang di sekolah, RW, tersebar,” terang Warso.

Setelah itu, evaluasi dilakukan. Dirinya mengambil sampel dari daerah lain mengenai pengelolaan bank sampah, barulah pada tahun 2014, Bank Induk Samici dibentuk dan diresmikan. “Dari situ allhamdulilah perkembangan nasabah meningkat terus,” kata Warso.

Bank Samici didirikan dengan tujuan untuk membantu menangani pengelolaan sampah. Selain itu, untuk menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapi dan bersih.

Djani Ahmad Nurjani (Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi)

Sejak tahun 2014 hingga sekarang ini, Bank Samici mengalami kemajuan yang sangat pesat. Untuk nasabah perorangan khusus di Bank Induk Samici, sudah mencapai 620. Belum lagi nasabah perorangan yang tercatat di bank unit sampahnya.

Ada sekitar 85 unit bank sampah di Cimahi, dengan rata-rata satu unitnya memiliki 40 nasabah perorangan. Jika ditotalkan, artinya ada sekitar 3 ribu nasabah bank sampah yang tersebar di seluruh Kota Cimahi. Untuk nasabah kelompok, mencapai 48 nasabah. “Kita sebulan rata-rata per hari hampir (menerima sampah) 700 kg. Kalau target ke depannya, per hari 3 (tiga) ton. Kita dibagi dua nasabah, satu nasabah unit dan nasabah individu,” ujar Warso.

Jika di rupiahkan, terang Warso, dalam sebulan, Bank Induk Samici bisa menghasilkan Rp 15 juta. Ia juga membeberkan sedikit rahasia mengenai peningkatan Bank Samichi. “Pertama, mungkin masyarakat mulai mengerti bahwa sampah ada nilai rupiahnya, kedua sampah bisa ditukar dengan listrik, dan token pulsa,” beber dia.

Keberadaan Bank Samici sendiri secara tidak langsung memberikan dampak terhadap pengelolaan sampah di Kota Cimahi, terutama perihal volume sampah per harinya yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Diakui Kepala Bidang Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Djani Ahmad Nurjani, keberadaan bank sampah ini setidaknya mengurangi beban sampah di Cimahi. “Memang belum siginfian. Tiap tahun, kita berupaya untuk membuat unit bank sampah,” kata dia.

)* Ferry Bangkit Rizki

 

 border=

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply