Bernostalgia dengan Surat Bersama Komunitas Pecandu Buku

Titimangsa, BANDUNG – Sebelum kita mengenal layanan pesan singkat seperti SMS (Surat Masa Singkat) dan Email (Pesan Elektronik). Mungkin dulu kita sering berkirim surat melalui Pos. Tentu saja orang yang kita surati dan kita beri kabar, jauh letak dan jaraknya. Entah luar daerah, luar kota, luar pulau, bahkan luar negara. Melalui surat itulah salah satu cara berkomunikasi jaman dulu.

Namun, sekarang peran kertas surat melalui pos sudang tergantikan dengan adanya Email, berbagai Media Sosial yang makin canggih, serta beragam aplikasi chatting yang ada di ponsel kita.

Berangkat dari hal itu, komunitas Pecandu Buku mengadakan kompetisi bertajuk “Surat Untuk Februari”. Dalam kompetisi yang di gelar melalui media sosial itu, semua orang dari berbagai daerah boleh mengirimkan surat yang bebas ditujukan kepada siapa pun. 

Hal tersebut sebagai upaya mengingatkan kita betapa indah surat yang di tulis pada secarik kertas. Apalagi jika surat yang dibuat adalah surat cinta, pastinya akan lebih romantis dan membuat jantung berdegup kencang ketika menulis atau membacanya.

Setelah melalui seleksi panjang dari 2800 surat yang masuk hingga akhirnya mendapatkan 50 surat yang menarik dan dicetak dalam buku berjudul “Surat Untuk Februari” yang berisikan surat dari berbagai orang dan daerah di Indonesia. Komunitas Pecandu Buku kembali menggelar acara bertajuk Pembacaan “Surat Untuk Februari” di Eiger Store, Jalan Sumatra, Kota Bandung, Minggu (26/02) sore.

Acara yang dihadiri puluhan orang dari berbagai daerah di Indonesia itu diisi berbagai rangkaian seperti pembacaan 50 surat yang dicetak dalam sebuah buku, diskusi tentang kiat menulis, hingga pembagian buku “Surat Untuk Febuari” yang hanya dicetak sebanyak 200 eksemplar dan bisa didapatkan dengan cara barter dengan buku bekas layak baca.

Co-founder Pecandu Buku AW Angesti mengatakan, acara yang di gelar tahunan tersebut merupakan kegiatan literasi yang sengaja digelar untuk meningkatkan minat baca masyarakat. “Sebenarnya ini event tahunan. Kegiatan ini untuk menyampaikan minat baca pada khalayak banyak,” ujarnya.

Ia melanjutkan, bagi peserta yang hadir pada acara tersebut diwajibkan membawa buku layak baca untuk ditukar dengan buku “Surat Untuk Februari” yang akan dibagikan. Buku layak baca tersebut, kata dia, nantinya akan sisumbangkan pada yang membutuhkan. “Nanti disumbangin, atau bisa diambil di Sekretariat Pecandu Buku di Jalan Pasir Jaya, Buah Batu,” katanya.

Salah satu peserta, Herda (22) yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, dirinya sengaja datang jauh dari Palembang karena acara tersebut bagus dan menarik. Ia mengaku, mendapat banyak wawasan dalam acara yang juga membedah kiat menulis itu. “Saya mendapat wawasan, dan karena saya ingin menjadi penulis,” kata Herda.

)* Bagus Ismail

 border=

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply