Nostalgia, Bersama Aneka Jajanan Anak Tahun 90-an

Titimangsa, BANDUNG – Saat ini banyak jajanan yang bermunculan dengan variasi dan rasa yang baru. Selain itu, biasanya jajanan yang baru selalu mengikuti tren saat ini dengan berbagai kemasan yang unik sehingga dapat menarik minat konsumen.

Akan tetepi seorang pengusaha muda berani menjual jajanan tempo dulu yang saat ini sangat jarang ada di pasaran, mungkin sudah sulit untuk di temukan kecuali di tempat-tempat seperti pasar tradisional yang mungkin masih menjajakan jajanan tempo dulu seperi permen bola, permen gulali, dan jajanan yang identik dengan anak tahun 90-an.

Seorang penjual jajanan anak 90-an, Iyan (29) mengatakan, sudah hampir lima tahun dirinya menjajakan anekan jajanan tersebut di mall besar yang ada di Kota Kembang ini. “Saya kangen sama jajanan masa kecil pas jaman saya masih sekolah dasar (SD), terus kan jarang yang jualan jadi saya kepikiran untuk jualan jajanan ini, dan responnya lumayan bagus,” kata Iyan kepada titimangsa di Gerainya, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Selasa (07/02).

Iyan melanjutkan, banyak yang mencari jajanan yang terbilang langka ini. Bukan hanya dari Kota Bandung, bahkan dari luar Kota Bandung pun banyak yang datang untuk membeli jajanan yang  popular pada tahun 90-an ini. “Banyak yang suka nyari kesini ada yang dari Makasar dan Jakarta yang sering datang kesini untuk beli jajanan mie kremes atau permen susu yang mungkin itu jajanan mereka waktu kecil,” ungkapnya.

Meski berjualan di mall yang cukup besar di Kota Bandung, namun dia tidak memasok harga yang mahal. Hanya dengan uang seribu rupiah kita dapat bernostalgia dengan jajanan di masa kita kecil. “Saya jual seribu dan seribu lima ratus per itemnya,” terang pria asal Bandung ini.

Dengan harga yang ramah di kantong, kata dia, omset perharinya bisa mencapai satu juta rupiah apalagi di hari-hari tertentu seperti akhir pekan. Untuk pembelinya pun dari berbagai usia seperti anak-anak hingga orangtua. “Sehari kita bisa meraup omset satu juta rupiah, apalagi kalau liburan. Sabtu, Minggu mungkin bisa lebih,” ucapnya.

Seorang ibu bernama Astir (34) yang kebetulan sedang berkunjung ke mall tersebut bersama kedua anaknya mengatakan, jajanan tersebut terbilang langka karena udah jarang yang jualan. “Jajanan ini mengingatkan saya pada jaman kecil dulu jadi kalau main kesini selalu menyempatkan untuk beli salah satu dari jajanan di sini, hanya untuk melepas kangen,” katanya.

)* Ipan Sopian

 border=

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply