Situs Bersejarah di Kawah Cibuni

Titimangsa BANDUNG – Menelusuri jejak sejarah peninggalan leluhur memiliki daya tarik tersendiri. Selain mengetahui tentang sejarah tempat tertentu, kita juga bisa menemukan opsi-opsi tempat baru yang layak dikunjungi.

Kali ini, Titimangsa.com memiliki kesempatan untuk menelusuri dan mengetahui secara singkat mengenai Kawah Cibuni. Kawah tersebut terletak di Kampung Cibuni RT 03 RW 06 Renggani, Desa Patenggang, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Usut punya usut, Kawah Cibuni dulunya merupakan tempat persembunyian para tahanan Belanda. Selain itu, tempat tersebut juga kerap dijadikan sebagai opsi untuk melakukan hal yang religius seperti ziarah.

Kawasan Kawah Cibuni hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua atau dengan berjalan kaki. Pasalnya, jalan menunju kawah tersebut hanya jalan setapak, selain itu jalannya juga cukup terjal.

Menurut Juru Kunci Kawah Cibuni, Asep Suhendar (26), saat ini Kawah Cibuni dijadikan sebagai kawasan wisata cagar budaya. Alasannya, di Cibuni terdapat sejumlah cagar budaya yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. “Cibuni, dulunya saat masih zaman Belanda di sini ada penghidupan,” kata Asep kepada titimangsa, Minggu (05/02).

“Dari 1920, zaman Belanda. Dulu masih perkebunan, dikuasai Belanda. Tempat menyepi, mandi,” tambah dia.

Dulunya, terang Asep, Cibuni dijadikan sebagai tempat untuk musyawarah, semedi dan tafakur para leluhur. Bahkan, Cibuni pernah dijadikan tempat bagi tawanan penjajah Belanda untuk bersembunyi. “Di Kawah Cibuni ada beberapa situs cagar budaya yang dulunya ini tempat semedi (bertapa), musyawarah atau tafakur para leluhur dulu,” terang Asep.

Di Kawah Cibuni, terdapat beberapa situs cagar budaya seperti batu lawang, batu gudang, batu pamangkon, batu rahim, batu sumur 9, kawah candradimuka, masjid agung, curug teras Eyang Jaksa, batu sumber, batu keris, batu putih, batu sela, batu, teras, Eyang Kopral, dan lain-lain.

“Masalah tentang cagar budaya, saya juga punya hak menjaga, melestarikan cagar budaya yang ada di tempat ini,” kata Asep yang memiliki keinginan agar Kawah Cibuni selamanya akan tetap menjadi kawasan wisata cagar budaya.

Jika dilihat secara kasat mata, Kawah Cibuni memiliki panorama alam yang masih cukup terjaga. Air yang mengalir dari hulu tampak masih alami. Kabut yang menutupi juga menjadi daya tarik tersendiri untuk berkunjung ke tempat tersebut.

*) Ferry Bangkit Rizki

 

 border=

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply