Saksi Sejarah Cimahi: Revolusi dari Pos Penjagaan ke Toko Buku


Titimangsa, CIMAHI
– Sekilas, toko buku Pustaka Nasution di Kota Cimahi tampak seperti toko buku lainnya. Namun, jika ditelisik lebih dalam, toko buku yang terletak di samping Alun-alun Kota Cimahi, Jalan Amir Mahmud ternyata menjadi salah satu saksi Kota Cimahi.

Toko buku tersebut memiliki catatan sejarah tersendiri. Saat ini, memang bangunan tersebut sudah jauh berubah. Namun, dibeberapa bagian, khususnya bagian atas masih tampak sedikit bangunan-bangunan peninggalan jaman dulu.

Tapi, tahukan anda bahwa bangunan tersebut bukanlah toko buku? Ya, pada tahun 1881, bangunan tersebut merupakan Loji atau Pos Penjagaan yang dibangun bersamaan dengan pembangunan jalan Anyer-Panarukan oleh Pemerintah Hindia-Belanda.

Menurut Ketua Komunitas Cimahi Heritage, Mahmud Mubarok, Toko Buku Pustaka Nasution atau dulunya Pos Penjagaan tersebut sempat dijadikan tempat peristirahatan kuda-kuda yang berangkat dari Cianjur menuju Bandung. “Itu katanya beristirahat di Toko Buku Nasution itu,” kata dia saat dihubungi, Kamis (02/02).

Dalam catatan sejarah Priangan, pembangunan jalan Raya Pos dibuat untuk mempermudah akses transportasi yang mengangkut hasil perkebunan Priangan untuk dibawa ke Batavia dengan melewati jalan raya Cimahi, Padalarang dan Cianjur.

Namun, kata Mahmud, sebetulnya yang mengembangkan Toko Buku Pustaka Nasution bukanlah orang Belanda, tapi orang pulau Sumatera Barat, tepatnya Padang. “Keluarga orang Padang yang membangun toko itu,” ucap dia.

Kini, Toko Buku Pustaka Nasution yang sekarang berada di jalan Amir Mahmud tersebut tampak berjejer berbagai kebutuhan buku-buku. Toko Buku tersebut juga sudah ditetapkan menjadi salah satu destinasi Wisata Heritage yang sedang digarap Pemerintah Kota Cimahi.

*) Ferry Bangkit Rizki

 border=

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply