Mengintip Sekilas Sejarah Alun-alun Cimahi

Titimangsa, CIMAHI – Sebagaimana layaknya kota-kota tradisional Jawa, alun-alun merupakan denyut jantung kehidupan masyarakat. Alun-alun biasanya terletak di tengah-tengah pusat kota.

Dalam tatanan masyarakat, alun-alun secara fisik dapat berupa lahan terbuka luas yang berada tepat di dekat suatu pendopo, Balai Agung atau Istana Raja. Alun-alun merupakan tempat berkumpul atau tempat berkegiatan masyarakat setempat dan juga pemerintahan.

Lalu, bagaimana dengan Alun-alun yang ada di Kota Cimahi? Alun-alun Kota Cimahi yang terletak di samping Jalan Amir Mahmud saat ini memang mengalami perubahan dibandingkan zaman dulu.

Berdasarkan catatan sejarah yang diperoleh dari Ketua Komunitas Tjimahi Heritage, Mahmud Mubarok, Alun-alun Kota Cimahi sudah ada sejak pemerintahan Kolonial
Belanda, sekitar tahun 1880-an. Namun, Alun-alun Cimahi dibuat oleh masyarakat pribumi.

“Jadi, sebetulnya tidak dibuat oleh Belanda, alun-alun itu konsep orang-orang pribumi,” terang Mahmud saat dihubungi, Selasa (31/01).

Alun-alun Kota Cimahi pernah menjadi saksi sejarah pertempuran. Sekitar tahun 1946, Pasukan regu Kompi Daeng bersama Laskar Banteng Cimahi, BARA dan Datesemen Abdul Hamid melakukan penyergapan dan penembakan ke arah truk konvoi pasukan Inggris.

Jika dilihat dari tata letak, disekitaran Alun-alun Kota Cimahi memang terdapat Pendopo yang saat ini menjadi kompleks perkantoran DPRD Kota Cimahi. Pendopo tersebut, sebelum berubah seperti sekarang ini, memang sudah ada sejak dulu meskipun saat ini bentuknya sudah jauh berubah.

“Jadi memang dulu itu, seperti hal nya alun-alun daerah lain bahwa di Cimahi juga merupakan tempat bekumpul atau berkegiatan terutama untuk pemerintahan setempat,” jelas Mahmud.

Seiring perkembangan zaman, kini Alun-alun Cimahi jauh mengalami perubahan. Ornamen-ornamen sejarah di tempat tersebut sudah tak tampak lagi. Saat ini, wajah alun-alun sudah disulap dengan berbagai hiasan seperti penamaan, tugu di tengah alun-alun, lampu hias dan berbagai ornamen lainnya.

Menurut Mahmud, saat ini Alun-alun Kota Cimahi sudah tidak terdapat lagi bangunan-bangunan bersejarah.

“Sebetulnya kalau melihat yang sekarang tersisa sebenarnya tidak ada lagi kalau mengacu pada bangunan cagar budaya, sudah tidak ada lagi karena semua sudah berganti wujud bangunan,” kata Mahmud.

*) Ferry Bangkit Rizki

 border=

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply